Wednesday, February 21, 2024
anggadateknologi@gmail.com
Edukasi

Begini Sejarah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

IMG 20200109 145859

ZULIRANTAUWATI.ID – Sejarah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dimulai setelah runtuhnya era Orde Baru dan lengsernya Soeharto dari posisi presiden pada tanggal 21 Mei 1998. PKB, sebuah partai politik yang erat hubungannya dengan PBNU (Persatuan Bangsa Nahdlatul Ulama), lahir sebagai jawaban terhadap aspirasi warga Nahdliyin di berbagai wilayah Indonesia untuk memiliki wadah politik yang dapat menyuarakan aspirasi mereka secara nasional.

Pada awalnya, terdapat banyak usulan pembentukan badan atau partai politik yang diajukan oleh warga Nahdliyin, menciptakan berbagai konflik. Ada 39 usulan partai politik yang termasuk visi misi, rumusan AD/ART, dan calon pengurus parpol NU. PBNU mengakomodasi usulan-usulan tersebut dengan hati-hati, mengingat NU sebelumnya tidak terlibat dalam partai politik sesuai keputusan Muktamar NU 1984.

Ketidakpuasan warga Nahdliyin terhadap sikap PBNU mengakibatkan deklarasi beberapa partai politik berbasis NU, seperti Partai Bintang Sembilan di Purwokerto dan Partai Kebangkitan Umat di Cirebon. Pada tanggal 3 Juni 1998, PBNU membentuk Tim Lima yang dipimpin oleh K.H. Ma’ruf Amin untuk memenuhi aspirasi Nahdliyin. Tim Asistensi juga terbentuk untuk membantu dalam mengelola usulan-usulan pembentukan partai politik baru.

Pada tanggal 23 Juni 1998, PKB lahir sebagai wadah aspirasi warga NU. Pendirian PKB dilakukan di kediaman Gus Dur, Ketua Umum PBNU, dengan kehadiran tokoh-tokoh NU seperti KH Ilyas Rukhiat, KH Mustofa Bisri, KH Munasir Ali, dan KH Muchit Muzadi. Matori Abdul Djalil terpilih sebagai Ketua Umum PKB.

PKB turut serta dalam pemilu tahun 1999 dan mencapai prestasi mengagumkan sebagai partai politik pendatang baru. Dengan 13.321.837 suara atau 12,62%, serta 51 kursi di DPR, PKB berhasil bersaing dengan partai politik yang sudah mapan. Keberhasilan ini didorong oleh pengaruh dan penghormatan terhadap sosok Gus Dur, terutama di kalangan Nahdliyin.

Pada pemilu tahun 2004, PKB mengalami penurunan suara dengan 11.989.564 suara atau 10,56% dan 52 kursi di DPR. Pada pemilu 2009 di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, PKB mengalami penurunan suara signifikan menjadi 5.149.122 suara atau 4,94% dengan 27 kursi, hampir separuh dari hasil pemilu 2004.

Namun, PKB berhasil bangkit pada pemilu 2014 dengan meraih 11.298.957 suara atau 9,04% dan 47 kursi di DPR. Pada pemilu 2019, PKB menempatkan KH. Ma’ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden dan berhasil memenangkan Pilpres 2019. PKB meraih 13.570.097 suara atau 9,69%, serta 58 kursi di DPR. Peningkatan ini menunjukkan popularitas yang meningkat dari pemilu sebelumnya. ( Mbak Zuli )

Zuli Rantauwati Caleg DPRD Nganjuk Dapil 1 Partai PKB
Zuli Rantauwati Caleg DPRD Nganjuk Dapil 1 Partai PKB

Leave a Reply